Selasa, 13 Oktober 2020

"Petani Jagung"

     disebuah desa pematang  kecamatan Srimulyo  terlihat seorang tampak melihat tanaman jagung. Sudah sebulan lebih tanaman jagung itu ia tanam.kini tanaman jagung itu sudah mulai tampak menghijau. Setelah berkeliling diantara petak-petak sawahnya, matanya terhenti pada rumput-rumput liar diantara tanaman jagung. Tanpa menunggu lama, pak saleh menyingsingkan lengan bajunya. Ia turun kesawah dan menyiangi rerumputan disela tanaman jagung.

   matahari kian menyengat. Sesekali pak saleh menyeka mukanya dengan lengan baju. Ia tak mempedulikan panas yang membakar kulitnya. Ia terus membersihkan rumput pengganggu. Tanpa terasa azan Zuhur berkumandang dari kejauhan. Ia terhenti sejenak, kemudian melangkah ke tepi sawah. Ia berjalan dan berhenti di sebuah gubug kecil di tengah sawah. Dia meraih botol minuman.

Istirahat, pak saleh? Terdengar suara yang mendekati gubug tempat pak saleh istirahat.

Iya, pak jati. Mari, istirahat disini dahulu sebelum pulang, " ajak pak salaeh".

Pak jati duduk bersama pak saleh digubug itu.

Pak saleh, apakah bapak tau akan ada kontes jagung dikecamatan muara Kelingi?"tanya pak jati".

Iya pak. Saya sudah mendaftar dikantor kelurahan. Apakah pak jati turut serta dalam kontes itu?" tanya pak saleh".

Tidak, pak. Tahun ini saya tidak menanam jagung. Saya tidak bisa ikut serta. Saya doakan semoga pak saleh memenangkan kontes tersebut, " kata pak jati".

Amin, terimakasih do'anya pak. Saya tidak berharap menjadi pemenang. Yang penting saya berpartisipasi dan memperoleh pengalaman dalam kontes itu,"kata pak saleh".

Pak jati tersenyum mendengar perkataan dari pak saleh. Angin sepoi-sepoi menerpa kedua wajah petani itu. Mereka tampak menikmati udara dan pemandangan hijau disawah. 

Senin, 05 Oktober 2020

"Aku Rindu"

 Tak terbayang rintihan tangismu

Disaat melahirkan ku

Betapa besar pengorbananmu

Kasih sayangmu padaku

Oh... Ibu... Belaianmu 

Aku rindu

    Kadang tanpa sengaja

    Ku sering lukai hatimu

    Maafkan diriku ibu

    Telah berdosa padamu

Saat ku jauh darimu

Betapa hati ku rindu

Siang malam ku kan selalu

Mengabdi lewat do'aku

      Wahai ibuku tercinta

      Ku ingin selalu bersama

      Bukan didunia saja

       Semoga kekal disyurga

      Oh,,, ibu... Belaianmu aku rindu



Selasa, 29 September 2020

"Ini Aku"

 Beberapa orang kadang sering salah paham sama bicara, ekspresi aku, atau cara aku balas pesan. 

Padahal engga banyak bicara bukan berarti aku judes. 

Engga mau senyum atau engga nyapa bukan berarti aku engga ramah.

Engga mau angkat telepon bukan berarti sombong.

Aku cuma kadang capek sama kerjaan yang akhirnya imbas ke mood aku.

Emosi numpuk akhirnya kalo ngomong cuma iya, engga, hmm, owh.

Kesannya emang judes banget. Padahal aku cuma lagi males ngomong.

Kalo capek aku diem. Kalo kamu gak suka aku minta maaf. 

Kamu marah silakan pergi. Aku gak papa.

Kamis, 09 April 2020

UTS Zulayha

MAHASISWA SEBAGAI PELESTARI BAHASA INDONESIA DARI MARAKNYA BAHASA GAUL DI KALANGAN REMAJA





Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Berbicara Dialektif

dengan Dosen Pengampu : Syaiful Abid, M.Pd.

 
                                            DISUSUN OLEH :


                                        ZULAYHA NPM : 2019005



PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA ( STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU

                                                         2020





KATA PENGANTAR
Puji syukur kita haturkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Sholawat dan salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhamad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat kelengkapan akademik semester studi kampu STKIP PGRI LLG. Selain itu juga penulis ingin memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai “Mahasiswa sebagai pelestari bahasa Indonesia dari maraknya bahasa gaul di kalangan remaja”.
Makalah ini disusun melalui beberapa tahapan, yakni dari browsing di internet. Makalah ini dapat terselesaikan oleh penulis berkat bantuan dari berbagai pihak yang tidak henti-hentinya memberikan motivasi kepda saya selaku penulis.
Dalam penyusunan makalah ini penulis merasa banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.




Lubuklinggau, 05 April 2020


Penulis


                                                       DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Pembahasan 1
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Bahasa 2
Pengertian Bahasa Gaul 3
Ciri-ciri Bahasa Gaul 3
Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul Di Kalangan Remaja 3
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 7
Saran 7
DAFTAR PUSTAKA







                                                            BAB I
                                                    PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari pemakaian bahasa. Dengan bahasa seseorang dapat mengungkapkan ide,gagasan, pikiran, dan keinginan dalam menyampaikan pendapat dan informasi. Bahasa sebagai alat untuk interaksi antar manusia dalam masyarakat memiliki sifat sosial yaitu pemakaian bahasa digunakan oleh setiap lapisan masyarakat. Bahasa bukan individual yang hanya dapat dipakai dan dipahami oleh penutur saja akan tetapi, pemakaian bahasa akan lebih tepat bila antara penutur dan mitra tutur saling memahami makna tutur.
Sebagai mahasiswa Indonesia tentunya kita menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Namun, pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan oleh pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul.

Rumusan Masalah
Apa yang menyebabkan para remaja lebih cepat menyerap bahasa gaul dari pada bahasa Indonesia?
Apa dampak dari penggunaan bahasa gaul bagi mahasiswa?
Bagaimana upaya mahasiswa agar penggunaan bahasa Indonesia tidak tergeser oleh bahasa gaul?
Mengapa remaja sering meggunakan bahasa gaul dari pada menggunakan bahasa Indonesia baku?

Tujuan Pembahasan
Mendeskripsikan definisi dari bahasa Indonesia dan ciri-ciri bahasa gaul
Menjelaskan faktor dan dampak dari penggunaan bahasa gaul dikalangan remaja
Menjelaskan upaya mahasiswa mempertahankan Bahasa Indonesia


                                                              BAB II
                                                      PEMBAHASAN

Pengertian Bahasa
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, pengertian bahasa secara umum dapat didefinisikan sebagai lambang, serta pengertian bahasa menurut istilah adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang yang dihasilkan oleh alat ucap pada manusia.
Menurut Pateda ( 1987:4 ) bahwa bahasa merupakan saluran untuk menyampaikan semua yang dirasakan, dipikirkan, dan diketahui seseorang kepada orang lain. Bahasa juga memungkinkan manusia dapat bekerja sama dengan orang lain dalam masyarakat. Hal tersebut berkaitan erat bahwa hakikat manusia sebagai makhluk sosial memerlukan bahasa untuk memenuhi hasratnya.
Bahasa berperan meliputi segala aspek kehidupan manusia termasuk salah satu peran tersebut adalah untuk memperlancar proses sosial manusia. Nababan (1984:38) bahwa bahasa adalah bagian dari kebudayaan dan bahasalah yang memungkinkan pengembangan kebudayaan sebagaimana kita kenal sekarang. Dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial, hal ini mengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk.
Dari semua pendapat yang diutarakan para ahli dapat disimpulkan bahwa, bahasa adalah sarana komunikasi antara orang satu dengan orang orang lain untuk melakukan pertukaran informasi.

Karakteristik Bahasa
Bahasa bersifat Arbitrer
Artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajub, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengkonsepi makna tertentu.
Bahasa bersifat Produktif
Artinya dengan sejumlah besar unsur yang terbatas namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas.
Bahasa bersifat Dinamis
Artinya bahwa bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu dapat terjadi.


Bahasa bersifat Beragam
Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis maupun pada tataran leksikon.
Bahasa bersifat Manusiawi
Bahasa sebagai alat komunikasi verbal, hanya dimiliki manusia. Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingsif atau naluriah, tetapi dengan cara belajar.

Pengertian Bahasa Gaul
Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir tahun 1980-an. Bahasa gaul pada umumnya digunakan sebagai sarana komunikasi diantara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Hal ini dikarenakan, remaja memiliki bahasa tersendiri dalam mengungkapkan ekspresi diri. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya.
Menurut Mulyana (2008), bahasa gaul adalah sejumlah kata-kata atau istilah yang mempunyai arti yang khusus, unik, menyimpang atau bahkan bertentangan dengan arti yang lazim ketika digunakan oleh orang-orang dari subkultur tertentu. Selain pendapat tersebut Sarwono (2004) mengatakan bahwa bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-katanya diubah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa dimengerti di antara mereka) bisa dipahami oleh hampir seluruh remaja ditanah air yang terjangkau oleh media massa, padahal istilah itu berkembang berubah dan bertambah hampir setiap hari. Kedua definisi itu saling melengkapi. Pada definisi pertama hanya menerangkan bahwa bahasa gaul adalah bahasa yang mempunyai istilah yang unik, sedangkan definisi yang kedua diperjelas lagi bahwa bahasa tersebut adalah para remaja dan bahasa tersebut akan terus berkembang.

Ciri-ciri Bahasa Gaul
Ragam bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, yaitu: singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata-kata yang lebih pendek.


Faktor-faktor Pendukung Maraknya Bahasa Gaul di Kalangan Remaja
Perkembangan bahasa gaul dikalangan remaja sangatlah cepat. Karena didukung oleh beberapa faktor yang cukup berpengaruh terhadap kondisi lingkungan remaja. Antara lain:
Adanya bahasa gaul ditandai dengan menjamurnya internet dan situs-situs jejaring sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan bahasa gaul. Penikmat situs-situs jejaring sosial yang kebanyakan adalah remaja, menjadi agen dalam menyebarkan pertukaran bahasa gaul. Tulisan seorang remaja disitus jejaring sosial yang menggunakan bahasa ini, akan dilihat dan bisa jadi ditiru oleh ribuan remaja lain. Misalnya, facebook, twitter, Friendster.
Karena pengaruh lingkungan umumnya para remaja menyerap dari percakapan orang-orang dewasa disekitarnya, baik teman sebaya atau keluarga.
Media Elektronik yang menggunakan istilah bahasa gaul dalam film-film khususnya film remaja dan iklan, missal dari adegan percakapan ditelevisi. Artinya bahasa gaul tidak hanya terjadi karena kontak langsung antara masyarakat itu sendiri, tapi sebagian besar karena”disuapi” oleh media.
Media Cetak, misalnya bahasa yang ada dalam majalah, surat kabar atau Koran. Selain itu, pembuatan karya sastra remaja misalnya cerpen atau novel yang umumnya menggunakan bahasa gaul.
Dampak dari pembangunan dan perkembangan zaman atau modernisasi, dimana segala hal yang ada dilingkungan kita harus selalu ter up-to date. Dampak dari modernisasi yang paling terlihat adalah gaya hidup, seperti cara berpakaian, cara belajar, aplikasi teknologi yang makin maju maupun cara bertutur kata (pemakaian bahasa).
Yang pasti bahasa gaul akan selalu muncul dan berkembang sesuai zaman masing-masing. Beberapa tahun lalu, istilah “memble aje” atau “biarin”, yang penting “kece” sempat ngetren. Istilah –istilah tersebut lantas tenggelam dengan sendirinya, tergantikan oleh istilah-istilah lain. Diantaranya , “so what gitu loh”,”jayus” dan “kasian deh loh”.

Pengaruh Bahasa Gaul terhadap Bahasa Indonesia
Dewasa ini, masyarakat sudah banyak yang memakai bahasa gaul dan parahnya lagi generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Bahkan generasi muda inilah yang banyak memakai bahasa gaul dari pada pemakaian bahasa Indonesia. Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas dimasyarakat, seharusnya kita menanamkan kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Seiring dengan munculnya bahasa gaul dalam masyarakat, banyak sekali dampak atau pengaruh yang ditimbulkan oleh bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa diantaranya sebagai berikut:
Eksistensi Bahasa Indonesia terancam Tersingkirkan oleh Bahasa Gaul
Berbahasa sangat erat kaitannnya dengan budaya sebuah generasi. Kalau generasi negeri ini kian tenggelam dalam pudarnya bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannnya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Dalam kondisi demikian, diperlukan pembinaan dan pemupukan sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak mengikuti pembusukan itu. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul.
Menurunnnya Derajat Bahasa Indonesia
Karena bahasa gaul yang begitu mudah untuk digunakan berkomunikasi dan hanya orang tertentu yang mengerti arti dari bahasa gaul, maka remaja lebih memilih untuk menggunakan bahasa gaul sebagai bahasa sehari-hari. Sehingga bahasa Indonesia semakin pudar bahkan dianggap kuno di mata remaja dan juga menyebabkan turunnya derajat bahasa Indonesia.
Menyebabkan Punahnya Bahasa Indonesia
Penggunaan bahasa gaul yang semakin marak dikalangan remaja merupakan sinyal ancaman yang sangat serius terhadap bahasa Indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Sehingga tidak dapat dipungkiri suatu saat bahasa indoneIndonesiahilang karena tergeser oleh bahasa gaul dimasa yang akan datang.

Dampak dari Penggunaan Bahasa Gaul
Dampak Positif
Dampak positif dengan digunakannya bahasa gaul adalah remaja menjadi lebih kreatif. Terlepas dari mengganggu atau tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.
Dampak negatif yaitu, penggunaan bahasa gaul dapat mempersulit pengguna bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal disekolah atau ditempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Mahasiswa dalam melestarikan Bahasa Indonesia
Mahasiswa mempunyai peran sebagai iron stock mempertahankan NKRI, banyak yang dapat dilakukan mahasiswa dalam mempertahankan NKRI salah satunya melestarikan Bahasa Indonesia.
Berbahasa Indonesia yang baik dan benar secara disiplin merupakan salah satu langkah nyata dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme dikalangan generasi muda Indonesia. Keberagaman yang terjadi diindonesia, baik dari segi etnis , agama, ras maupun budaya justru tidak  mengakibatkan perpecahan. Hal ini disebabkan karena bangsa Indonesia memiliki bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.
Mahasiswa Indonesia merupakan benteng kokoh dan cermin perwujudan kelangsungan bangsa dan bahasa mengingat besarnya tanggung jawab yang disematkan kepundak mahasiswa, maka mahasiswa memiliki peran besar dalam menentukan tetap terpeliharanya bahasa Indonesia sebagai bangsa persatuan.
Berawal dari peran mahasiswa, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan semakin berjalan baik dengan menyentuh ke segala bidang kehidupan manusia berkembangnya penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai  bidang kehidupan berarti membuktikan bahwa bahasa Indonesia mampu menjadi sarana komunikasi antar masyarakat.
Peran Mahasiswa menumbuhkan Rasa Cinta Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia perlu mendapat perhatian khusus dalam hal pelestariannya. Jika tidak, dikhawatirkan masyarakat Indonesia semakin terbawa arus. Sikap menganggap remeh bahasa Indonesia sudah lama terjadi, banyak terjadi pada mahasiswa ini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang pentingnya berbahasa Indonesia.
Beberapa cara menumbuhkan cinta bahasa Indonesia:
Ubah pandangan bahwa bahasa Indonesia tidak penting sebagai bahasa negara.
Meningkatkan lomba-lomba pidato bahasa Indonesia kampus-kampus.
Kebiasaan mengekspresikan bahasa Indonesia dalam tulisan, selama ini banyak beranggapan bahasa Indonesia itu mudah, padahal tidak juga khususnya dalam bahasa tulis.

Upaya Mahasiswa mempertahankan Bahasa Indonesia agar tidak tergeser oleh Bahasa Gaul
Agar bahasa Indonesia tidak tergeser oleh bahasa gaul, maka kita sebagai mahasiswa yang baik hendaknya melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum bahasa Indonesia benar-benar punah. Langkah-langkah pencegahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
Menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis pembinaan Bahasa
Perlunya pemahaman terhadap Bahasa Indonesia baik dan benar
Diperlukan adanya undang-undang kebahasaan
Menjunjung tinggi Bahasa Indonesia dinegeri sendiri
Meningkatkan pengajaran bahasa Indonesia disekolah dan diperguruan tinggi
Menanamkan semangat persatuan dan kesatuan
Perlu adanya tindakan nyata dari semua mahasiswa yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia
Mahasiswa harus menekankan penggunaan bahasa Indonesia dilingkungan kampus




                                                      BAB III
                                                    PENUTUP

Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya mahasiswa yang menggunakan bahasa gaul, singkatan-singkatan dalam komunikasinya sehari-hari adalah penyimpangan dari penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan Bahasa Indonesia . Kurangnya kesadaran untuk mencintai dan menggunakan Bahasa Indonesia di negeri sendiri akan berdampak lunturnya atau hilangnya Bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama di kalangan remaja. Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat
remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari ini sudah wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru. Oleh sebab itu, mahasiswa mempunyai peran sebagai iron stock mempertahankan NKRI, banyak yang dapat dilakukan mahasiswa dalam mempertahankan NKRI salah satunya melestarikan Bahasa Indonesia. Mahasiswa berperan besar dalam membiasakan bahasa secara formal sejak di lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat, menumbuhkan Rasa Cinta Bahasa Indonesia.

Saran
Kita boleh menggunakan bahasa gaul, asalkan jangan sampai berlebihan dalam penggunaannya karena bahasa gaul dapat mengganggu perkembangan Bahasa Indonesia di kalangan remaja dan hendaknya melakukan pemahaman yang mendalam terhadap pengaruh bahasa gaul serta mulailah dari diri kita sendiri untuk membudidayakan Bahasa Indonesia dan meningkatkan kembali eksistensinya di kalangan remaja. Karena Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi kenegaraan dan lambang dari identitas nasional, yang kedudukannya tercantum dalam sumpah Pemuda dan UUD 1945 Pasal 36. Demikianlah makalah ini saya buat. Semoga dapat bermanfaat bagi saya dsan pembaca umumnya. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman semuannya.






                                                   DAFTAR PUSTAKA
Maruli Pangabean. 1981. Bahasa pengaruh dan peranannya. Jakarta:Gramedia, hal.5
Alatas, dkk.2006. penggunaan Ragam Bahasa Gaul dikalangan Remaja.
www.ahmufadillah. Blogspot. Com/2011/01/peranan-generasi-muda-sebagai-pelestari.html
www. Morfologi.com/?tag=pengertian-bahasa-indonesia